Rumah Tangga yang berprinsip pada Kasih dan Sayang
Jika hati ini boleh berkata, aqu berharap untuk membina keluarga menuju surga.. yang setiap harinya kulimpahi kasih dan sayang.
Kasihku seperti luasnya samudra, ingin kuberikan sepenuhnya untuk imamku di dunia maupun di akhirat. sayangku seperti rimbunnya pepohonan dihutan nan hijau, begitu lebatnya pohon sampai menutupi cahaya matahari untuk masuk ke permukaan tanah. begitu juga dengan hatiku sudah tertutup untuk orang lain. kupersembahkan khusus untuk seorang laki-laki pilihanku, imamku di dunia dan akhirat..
abang, terima kasih atas segala kasih sayangmu padaku
abang, maafkan atas segala khilafku padamu
semoga Allah meridhoi kasih sayang kita dengan keberkahan keberkahan yang berlimpah..
aamiin
Makhrojaa Li Happy
Jumat, 05 April 2013
Minggu, 29 November 2009

Sungguh sukseslah,
beruntunglah org2 yang mensucikan dirinya dengan dzikir dan shalat. kecuali orang-orang yang terperdaya dgn kehidupan dunia. Lalu ia lalai dari dzikir kepadaNya.. Org2 beriman hidupnya tidak untuk hidup tapi hidupnya untuk maha hidup, hidupnya bukan untuk mati, tapi justru mati itulah untuk hidup. Hidupnya untuk maha hidup, dia tidak takut mati dia tidak cari mati dan dia tidak lupakan mati. Tapi justru dia rindukan mati, Mengapa? Karena mati bukanlah wafat karena mati bukanlah akhir dari kehidupan ini tapi awal kehidupan sebenarnya. Karena mati satu2nya pintu berjumpa denganNya.
Kebahagiaan bagi kekasih saat2 detik2 berjumpa dengannya. Saat berjumpa itulah kebahagiaan bagi orang-orang beriman yang mencintai Allah
beruntunglah org2 yang mensucikan dirinya dengan dzikir dan shalat. kecuali orang-orang yang terperdaya dgn kehidupan dunia. Lalu ia lalai dari dzikir kepadaNya.. Org2 beriman hidupnya tidak untuk hidup tapi hidupnya untuk maha hidup, hidupnya bukan untuk mati, tapi justru mati itulah untuk hidup. Hidupnya untuk maha hidup, dia tidak takut mati dia tidak cari mati dan dia tidak lupakan mati. Tapi justru dia rindukan mati, Mengapa? Karena mati bukanlah wafat karena mati bukanlah akhir dari kehidupan ini tapi awal kehidupan sebenarnya. Karena mati satu2nya pintu berjumpa denganNya.
Kebahagiaan bagi kekasih saat2 detik2 berjumpa dengannya. Saat berjumpa itulah kebahagiaan bagi orang-orang beriman yang mencintai Allah
Tausiyah Ust.Arifin Ilham
Langganan:
Komentar (Atom)